Thursday, December 5, 2013

KITA

Assalamualaikum dan salam sejahtera semua. 

         Kelmarin ada menulis status panjang di facebook. Lalu teringat pulak tentang blog yang neglected ni. Apa yang ditulis sini mudah nak diakses kembali. Maka yang dirasa dapat disimpan bukan sekadar di kotak memori. Tapi boleh dilewati dan dirasai kembali.

         Yang tercatat di bawah ini sesuatu yang dirasakan satu ketika dulu. Bila difikir biarlah konteksnya tidak disertakan kerana ia mungkin akan mengekang pengajaran bila diikat dengan satu kejadian saja.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
KITA

Kita bagaikan satu badan. Kau dan aku, kita bernafas dengan udara yang sama. Disuburi dengan darah yang sama. Mungkin pada manifestasi kita berbeza, tapi pada dasarnya kita dibina dengan zarah dan zat  yang sama. Walau kita punya cara, rasa, tempat dan fungsi sendiri, badan ini punya hati yang menyatukan. Punya sistem saraf yang menghantarkan isyarat, aku sakit atau kau yang sakit.

Kata orang dulu dulu, cubit paha kanan paha kiri pun terasa. Ada benarnya, kalau kaki kiri sakit bukankan kaki kanan juga yang perlu menampung bebannya ? Kita ini terikat dengan asas yang sama maka kitalah yang perlu bersatu sampai sembuh. Bolehkan si kaki kanan merajuk dan tak mahu membantu si kaki kiri ? Bagaimana badan sebagai satu entiti nak bergerak bila itu terjadi ? Mahukan kita semua berdiam diri dalam kelumpuhan ?

Misalan pula seperti  tubuh diuji dengan diabetes tahap teruk hingga sarafnya tak bisa menyampaikan maklumat dari hujung kaki. Maka kaki yang terpijak duri merana sendiri... tanpa pengetahuan sang kepala, sang hati dan yang lainnya. Jika tak tahu... tak adalah sang tangan yng datang membantu.Pabila ia berdarah ia mengalir tak berhenti. Lantas nanti lukanya akan parah bernanah mereput sepi.

Apa pula terjadi kalau seluruh tubuh sedar, tapi sang kepala buat tak endah, "Ah, cuma si kaki yang terluka. Biarkan saja ia terlalu kecil untuk difikirkan, kalau jantungku yang sakit barulah serius.". Sang tangan  pula malas merawat, sang kaki sebelah lagi pula tak mahu berkongsi bebanan. Tanpa meraka semua sedar, luka nanah yang kecil itulah jika dibiarkan akan menjadi racun bisa yang meresapi setiap anggota tubuh. Bukan saja kelumpuhan yang akan datang, kematian pun boleh terjadi.


Kita bukan begitu. Kita satu badan yang teguh utuh, saling menyokong. Aku akan selalu menyokong kau. Hanya perlu hantarkan isyarat.

Tuesday, July 17, 2012

Dengan Nama Allah...

Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamaualaikum :)
Saya mulakan dgn bismillah hari ni. We learnt about it since kindergarten... to start things with bismillah. One of simple things that we tend to forget. Only that its not that simple... its too huge to be simple. To feel wholeheartedly and to declare... oh Im doing this for with Allah's name, its like doing what we should do, to live and to die for him. And what more fitting than to always remind ourselves in our intention?

Sabda Rasulullah s.a.w yang ertinya, " Tiap-tiap pekerjaan yang dicita-cita yang tiada dimulai padanya dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka iaitu terpotong, yakni tiada berkat padanya."

So, start your day with bismillah... and be thankful to be alive for another day. Start every things, small or big with bismillah. for doctors like me... remember to say it before every procedures, remind ourselves why we are doing the job, its not only cause a job that we are paid for, we should be consciously be doing things for Allah... can you see, that way we become more "ikhlas"? Will you "main-main" or "malas-malas" for Allah? Personally when i remembers and say bismillah out loud in front of patient before doing things eg. insert branula, take blood or do VE... 1. I personally felt ready, not in a rush, like saying bismillah served as a flagpost, it marks a start. 2. The patient seems more calm, somehow, perhaps for the first reason, and perhaps for the fact that they are reminded of Allah too?

Berani ke... say bismillah and sengaja do things sloopily? Not to standard? Its like implying im doing sloopy thing in the name of God.  If we are so used to say bismillah... I can see that we will strive to do our best in everything we do. And... if we say bismillah before everything takkan kita nk buat perkara berdosa pulak kan? Takkan you nk start perkara durjana/dosa dgn bismillah. Preposterous! So can you see how simply remembering Allah can dramatically change you? Best giler kan!

Okay... simple je tonight. Ingatan buat diri sendiri je ni.  Anything nk tambah or tegur just do it. Dah lama tak ke majlis ilmu, agak kering jugak dah ni.

See you all again later! Insya Allah!

Thursday, June 7, 2012

Doaku

  Assalamualaikum wbt dan salam sejahtera buat sahabat-sahabat. Lama sudah, laman ni diabiarkan bersawang tak disinggahi. Entah datang dari mana rasa untuk bertandang dan menegur disini... menegur sahabat2... menegur diri.

  Dalam perjalanan pulang dari tempat kerja, tak semena-mena teringat pada zaman kanak-kanak... apabila mahukan sesuatu, hati akan membuat hajat. Pada masa itu, baru saja belajar konsep berdoa. Jadi, kadang-kadang apabila kena caranya, selepas solat (solat kanak-kanak yang entah cukup rukunnya), akan menadah tangan dan berdoa dalam bahasa melayu... " Ya Allah... tolonglah bagi periksa dapat no satu..." atau " Ya Allah ya Tuhanku, tolonglah supaya tak banyak kerja rumah hari esok...", dan sebagainya. Selepas itu, entah bagaimana pula ada datang pengaruh cerita-cerita romantik... Kalau menghajatkan sesuatu lalu akan dituliskan di atas kertas, menghajatkan di dalam hati, dilipat menjadi sampan dan dihanyutkan pula ke tali air di belakang taman perumahan, masuk ke tali air di tepi sawah... Hahaha... makin terpesong pulak. Atau ditulis dlm kertas dan dilipatkan menjadi origami. Ilmu Jepun kot. Sekajap saja terkena virus romantik begitu, Alhamdulillah akhirnya kembali kepada asal.

Apa yang cuba saya katakan, itulah cara-cara "berdoa" yang tak kena pada tempatnya.  Macam zaman sekarang... ramai termasuk sy kadang2... tempat berdoanya di atas wall facebook. Tapi, di atas tikar sejadah... kering saja. "Doa" yang tertulis hanya buat tatapan. I mean, if ur really praying and your putting it up there as pengajaran or ingatan then its okay, but for certain people... its just as meaningless as a status. Just for others to see....mungkin juga ada elemen riak. (Sesungguhnya amalmu itu dinilai atas niatmu)

Sedangkan pada Allahlah yang Maha berkuasa selayaknya kita merayu merintih. 

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (Quran. Al Baqarah [2]:186)

Adakah anda dalam situasi kebuntuan? Ditelan mati anak, diluah mati bapa? Maka siapalah yang mempunyai penyelesaian, yang Maha Bijaksana, yang tahu segalanya yang terlihat dan terhijab? Allah Tuhanmu! Janganlah terus berduka lara. Luahkanlah segalanya padaNya, Dia tahu sesungguhnya. Dan semoga dipermudahkan padamu.

"Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya, lalu kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar." (Al-Quran Al Anbiya' [21]:76)

" Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat. (Al Quran An Naml [27]:62)

Maka sahabatku, keluargaku tersayang... janganlah lupa akan jalan keluar yang satu ini. Sudahlah di saat gembira kita lupa pada nikmatnya. Dalam kesusahan pun, masih mahu ego dan berpaling? Rendahkanlah dirimu. Akuilah kesilapan lalu... mohonlah ampunan dengan seikhlas-ikhlas hati.

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, " Tuhan kita Yang Maha Suci lagi Maha Luhur setap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, " Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka aku akan kabulkan permohonannya. Dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada - Ku, maka Aku akan mengampuninya." (HR. Muslim)